JAKARTA – Merayakan hari lahir (Harlah) yang ke-52, Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) menggelar pertemuan akbar yang dihadiri oleh para sesepuh, jajaran pengurus pusat (DPP), pengurus wilayah (DPW), serta tokoh nasional asal Madura. Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP IKAMA, Abah H. Muhammad Rawi, merefleksikan perjalanan sejarah organisasi sekaligus meluncurkan berbagai program strategis untuk kesejahteraan warga Madura di perantauan.
Abah H. Muhammad Rawi memaparkan bahwa IKAMA, yang berdiri sejak tahun 1974, berakar dari bertemunya tiga komunitas utama Madura di Jakarta:
- Komunitas Santri/Alumni: Para santri yang mengikuti tugas negara para kiai di Jakarta (seperti Kiai Amin Imron), dengan fokus pada kegiatan silaturahmi, yasinan, dan tahlilan.
- Komunitas Pekerja (“Blateran”): Para perantau yang bekerja sebagai pedagang sate, pengusaha besi tua, hingga pekerja sektor informal.
- Komunitas Pejabat/Intelektual: Warga Madura yang bertugas di pemerintahan, TNI, dan Polri.
Ketiga elemen ini bersatu dalam wadah IKAMA yang memegang filosofi “Dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung” serta falsafah Madura “Bapak-Ebu, Guru, Ratu” yang berarti kepatuhan kepada orang tua, guru/ulama, dan pemimpin/pemerintah. Beliau menegaskan bahwa IKAMA adalah “Tanian Lanceng” atau halaman luas tempat berkumpulnya seluruh warga Madura tanpa membeda-bedakan asal daerah, mulai dari Bangkalan hingga Sumenep.
Sebagai langkah modernisasi, IKAMA memperkenalkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Multifungsi. Kartu ini dirancang memiliki tiga kegunaan utama: sebagai identitas asuransi kesehatan/rawat inap, buku tabungan koperasi, serta alat pembayaran elektronik (e-toll).
Di sektor ekonomi, IKAMA melalui Koperasi Jasa Usaha Mandiri berkomitmen memberantas praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang menjerat anggota. Koperasi ini menyediakan bantuan permodalan bagi UMKM dengan prosedur yang dimudahkan bagi anggota yang membutuhkan.
IKAMA juga terus memperkuat aksi sosialnya. Sebagai bentuk rasa syukur, organisasi ini memberangkatkan 36 orang untuk ibadah Umrah secara gratis. Menjelang bulan Ramadan, Ketua Umum juga menginstruksikan seluruh jajaran pengurus untuk memberikan sedekah (seperti air mineral) ke masjid-masjid di wilayah masing-masing sebagai sarana ibadah dan pengabdian masyarakat.
Menutup sambutannya, Abah H. Muhammad Rawi menekankan bahwa seluruh aset IKAMA adalah milik kolektif warga Madura untuk kepentingan bangsa. Beliau juga menunjuk H. Zain Sidi sebagai Pelaksana Harian untuk mendampingi kepemimpinan DPP IKAMA dan mempersiapkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan digelar bersamaan dengan Milad ke-53 mendatang guna membedah program kerja dan penyempurnaan AD/ART organisasi.
Tonton Video Selengkapnya berikut ini
